Senin, 06 Oktober 2014

3 KARAKTER SI BUAH HATI



Ayah bunda yang mencitai buah hatinya, saat ini kita akan sama-sama membahas tentang  cara mendidik si buah hati sesuai dengan karakter dari si buah hati itu sendiri, pada dasarnya orang tua itu akan protektif terhadap anaknya, ini adalah hal yang sangat wajar mengingat orang tua sangat ingin anaknya menjadi orang yang sempurna di kemudian hari, namun apakah keinginan ini sesuai dengan apa yang kita berikan kepada buah hati kita???
Untuk membahasnya maka kita harus memposisikan diri kita sendiri sebagai seorang anak, tentu kita semua pernah menjadi anak-anak, pada saat kita dibanding-bandingkan dengan anak lain pastilah kita tidak suka, orang tua yang baik dalah senantiasa memberikan suport terhadap anaknya, untuk memotivasi si anak, orang tua tidak perlu membandingkan si anak dengan anak lain yang lebih segala-galanya dari dirinya, padasaat kita akan memberi contoh tentang anak lain yang lebih berprestasi dari nya maka hal yang biasa di katakan orang tua adalah demikian
andy, tuh lihat angga dapat rengking 1, sementara kamu peringkat 2, seharusnya kamu peringkat 1 dong !,”
nah perkataan yang demikian kiranya kurang Pas bila diniatkan untuk memberi motivasi kepada si anak, walaupun pada praktiknya orang tua menyampaikan dengan nada suara yang halus dan intonasi yang memotifasi, kenapa demikian? pada umumnya seorang anak tidak akan suka bila dirinya di banding-bandingkan dengan anak yang lainnya, hal ini karena si anak akan merasa bahwa hasil usahanya tidak ada arti untuk orang yang dia cintai (ayah_ibu), maka si anak mungkin akan merasa dirinya terbebani oleh keinginan orang tua untuk mendapat nilai yang lebih memuaskan lagi, tolong hal ini jangan di pungkiri ayah-ibu, karena ada beberapa karakteristik yang terdapat dalam diri manusia saat di jatuhkan/dibandingkan  

  1. Seperti kayu rapuh  :: pada saat di injak maka dia akan patah
  2. Seperti per/spiral   :: pada saat di injak dia akan melontar tinggi 
  3. Seperti beton         :: pada saat di injak dia akan tetap tidak berubah bentuk

Anak yang mempunyai karakter nomor  1 dia cenderung menjadi anak yang lemah, jangan sekali-kali membandingkan anak tipe ini dengan anak lainnya, jika pun ingin memberinya motifasi gunakanlah kalimat yang indah dan mudah di terima hati si anak misalnya “waaah, andy hebat bisa dapat rangking 2, rangking 2 sih mudah untuk andy dapatkan, malah andy bisa tuh dapat rangking 1, ya kan nak...   senyum dan nada bangga yang di sampaikan oleh ibu_ayah kepada andy ini akan menjadikan andy makin semangat karna andy merasa usahanya tidak sia-sia, anak tipe ini harusnya di puji untuk menjadikan si anak ‘teguh hati’ dan tidak minder sehingga dia akan mampu menjadi lebih baik lagi.

Anak dengan karakter nomor  2 dia cenderung menjadi anak yang kuat, pada saat dia di jatuhkan entah oleh siapapun maka dia akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna dari orang yang di banding-bandingkan dengannya. Tidak masalah jika anak ini akan di bandingkan dengan anak lainnya, namun tidak menjadikan si orang tua lupa untuk tetap memuji anaknya demi kepercaya dirian si anak.

Anak dengan karakter nomor 3 dia cenderung masabodoh (acuh tak acuh), anak dengan tipe ini sangat butuh motifasi untuk maju, bukan membandingkan namun pujian dan teguran yang membangun si anak untuk lebih berprestasi dan lebih percaya diri, anak dengan tipe ini biasanya mempunyai kepercayaan diri yang tinggi sehingga dia merasa acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar, anak dengan tipe ini cenderung akan senang individu dari pada berkelompok.

Untuk mengetahui anak kita termasuk anak tipe nomor berapa maka tentunya kita sebagai orangtua harus senantiasa lebih memperhatikan dan mengamati si anak, memahami dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak akan membuat kita lebih dekat dan mudah memahami karakter anak kita. Pada saat nilai dia turun atau tidak seperti biasanya maka JANGAN sekali-kali orangtua berkata “ kenapa nilai/prestasi  prestasi kamu turun?  Padahal kalau prestasi sudah turun maka untuk menaikan prestasi kamu lagi itu susah loh”  JANGAN KATAKAN! karna kata-kata ini akan membuat si anak menjadi kehilangan motivasi, katakanlah bahwa nilai yang saat ini turun adalah hal yang biasa terjadi dalam dunia pendidikan, namun besok kamu pasti bisa dapat nilai yang sempurna bahkan jauh lebih sempurna dari sebelumnya, senyum adalah bahasa tubuh yang memotivasi Buah hati kita.

Demikian uraian saya kali ini tentang karakteristik anak, saya menulis uraian ini berdasarkan hasil pengamatan saya terhadap beberapa sampel dalam masyarakat dan teman-teman saya yang terdiri dari bermacam latar metode pendidikan karakter usia dini dan remaja di keluarga masing-masing, jika ada benar dari yang saya sampaikan itu adalah karna Allah, namun jika ada keliru maka itu adalah semata-mata karna subyektifisme saya. Trimakasih, semoga bermanfaat untuk para pembaca.. ^^,
wasalam....


intan fitriannisa